Pujawali di Tanah Lot Berlangsung, Wisata Tetap Dibuka

TABANAN – Kawasan Wisata (DTW) Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali, akan terus memberikan layanan kepada wisatawan selama upacara Pujawali atau piodalan di Pura Luhur Tanah Lot, yang dijadwalkan dari tanggal 1 Juli hingga 4 Juli 2026. Manajemen memastikan bahwa kegiatan wisata dan upacara keagamaan dapat berjalan harmonis dengan memprioritaskan keamanan, kenyamanan, dan penghormatan terhadap tradisi suci masyarakat Hindu.

I Wayan Sudiana, Manajer Operasional DTW Tanah Lot, mengklarifikasi bahwa status operasional kawasan wisata akan tetap tidak berubah selama acara upacara berlangsung. Semua fasilitas akan terus melayani pengunjung seperti biasa, sementara personel akan ditempatkan untuk mengatur arus wisatawan dan memastikan bahwa kegiatan ibadah dilakukan dengan penuh hormat.

Ia mencatat bahwa momen Pujawali menjadi daya tarik unik bagi wisatawan domestik dan internasional. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati pemandangan laut dan matahari terbenam yang menakjubkan yang terkenal di Tanah Lot, tetapi juga menyaksikan langsung kekayaan budaya dan tradisi spiritual masyarakat Bali yang telah dilestarikan hingga saat ini.

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan, manajemen terus berkoordinasi dengan panitia upacara Pujawali, pecalang, dan pasukan keamanan setempat. Kolaborasi ini sangat penting agar kegiatan ibadah Hindu dan kunjungan wisatawan dapat berlangsung tanpa gangguan.

Selain itu, manajemen memberikan perhatian khusus pada kondisi pasang surut laut, yang memberikan akses ke area pura. Informasi mengenai prediksi pasang surut dikomunikasikan kepada para jamaah dan wisatawan sebagai tindakan pencegahan, meskipun kondisi laut dapat berubah karena cuaca dan dinamika alam. Petugas lapangan selalu siaga untuk memantau situasi secara berkala guna menjaga keselamatan semua pengunjung.

Di sisi lain, Tanah Lot saat ini mengalami peningkatan kunjungan wisatawan bertepatan dengan musim liburan sekolah. Manajemen mencatat peningkatan jumlah pengunjung sekitar 30 persen dibandingkan hari-hari biasa. Wisatawan domestik masih mendominasi, terutama dari Jawa Timur, sementara jumlah wisatawan internasional terus menunjukkan tren positif. Dalam beberapa hari terakhir, rata-rata kunjungan harian mencapai antara 3.000 hingga 5.000 orang, dengan pengunjung asing berkisar antara 1.000 hingga 1.500 orang per hari.

Lonjakan pengunjung ini berdampak positif pada bisnis lokal di sekitar kawasan wisata, termasuk pedagang suvenir, restoran, dan penyedia jasa transportasi. Masuknya wisatawan selama Pujawali diharapkan dapat merangsang perekonomian lokal tanpa mengurangi kesakralan upacara tradisional tersebut.

Selama beberapa waktu, Tanah Lot telah diakui sebagai destinasi wisata utama di Bali, yang memadukan keindahan alam, sejarah, budaya, dan spiritualitas. Keberhasilan manajemen dalam menjaga keseimbangan antara sektor pariwisata dan pelestarian budaya dianggap sebagai model pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pulau Dewata.

Dengan dibukanya kawasan wisata secara berkelanjutan selama Pujawali, pengunjung diimbau untuk menghormati jalannya upacara keagamaan, mengikuti arahan petugas, dan menjaga kebersihan serta ketertiban. Melalui rasa saling menghormati ini, Tanah Lot diharapkan tetap menjadi destinasi wisata budaya kelas dunia yang menawarkan pengalaman otentik sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya Bali.

 

dan kunjungi website kami ya